DPRD Banjar Dorong Sinergi dan Bantuan Fasilitas bagi Relawan Penyalur Air Bersih
MARTAPURA – Ancaman krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Banjar menggugah aksi kemanusiaan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swasta dan jajaran relawan. Mengandalkan sarana yang ada, para relawan secara swakarsa menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan tanpa kenal lelah.
Aksi tanggap darurat para relawan ini mendapat perhatian serius dari Komisi II DPRD Kabupaten Banjar. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Ali Syahbana, menilai dedikasi relawan di lapangan patut diganjar apresiasi serta sokongan konkret dari pemerintah daerah dan instansi teknis.
“Semangat para relawan di lapangan patut kita apresiasi. Mereka sangat antusias membantu kita, baik itu saat penanganan karhutla maupun krisis air bersih,” kata Ali Syahbana, Rabu (26/8/2026).
Ali menjelaskan, penanganan dampak kekeringan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Atas dasar itu, Komisi II DPRD Kabupaten Banjar berencana merangkul PTAM Intan Banjar agar distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak dapat diperkuat.
Fakta di lapangan menunjukkan, sebagian besar relawan masih memanfaatkan peralatan mandiri dengan mengambil air dari aliran irigasi menggunakan tandon sebelum dibagikan ke permukiman warga.
“Para relawan ini mengambil air dari irigasi menggunakan tandon-tandon lalu disalurkan ke masyarakat. Sementara kita punya stakeholder seperti PTAM Intan Banjar dan BPBD. Kami berharap kita semua bisa bersinergi untuk menghadapi situasi ini bersama-sama. Di momen ini tidak ada hierarki di antara kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, bentuk sinergi yang diharapkan tak sekadar koordinasi formal, melainkan diwujudkan dalam dukungan operasional teknis guna menunjang aksi sosial para relawan.
“Kita harus bisa memfasilitasi mereka, seperti BBM, pompa air, dan unit-unit tangki,” tegas Ali.
Langkah konkret penanganan ini mulai dijadwalkan. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Rahmat Saleh, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memanggil manajemen PTAM Intan Banjar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada awal bulan mendatang.
“Rencananya kami ingin memanggil PTAM Intan Banjar tanggal 1 September,” ujar Rahmat Saleh.
Pertemuan tersebut diproyeksikan menjadi momentum awal untuk menyatukan barisan antara pemerintah daerah, PTAM Intan Banjar, BPBD, dan jajaran BPK relawan. Melalui integrasi peran dan fasilitasi yang memadai, penyaluran air bersih di wilayah terdampak kekeringan diharapkan berlangsung lebih cepat, terstruktur, dan merata.

