Kotabaru – Seorang anak buah kapal (ABK) bernama Baco (50), warga Muara Kintab, dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari Kapal Putra Bugis di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan. Hingga Kamis (5/11/2026), korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Kejadian tersebut diduga bermula saat kapal tengah melakukan aktivitas pengangkatan jaring pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Saat itu, Baco terlihat mengalami muntah-muntah sehingga nakhoda kapal memintanya untuk beristirahat.
Namun, korban justru diketahui kembali beraktivitas menuju bagian belakang kapal atau buritan. Setelah proses pengangkatan jaring selesai, sejumlah ABK melakukan pengecekan ke bagian tersebut. Baco ternyata sudah tidak ditemukan.

Pihak kapal kemudian melaporkan hilangnya korban kepada keluarga. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan oleh Fajar Gunawan, salah seorang keluarga korban, kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin pada Kamis pagi pukul 06.50 WITA.
Menindaklanjuti laporan itu, Pos SAR Kotabaru langsung mengerahkan tujuh personel tim rescue pada pukul 07.10 WITA. Tim diberangkatkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menuju lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban.
Jarak menuju lokasi pencarian diperkirakan mencapai 118 nautical mile (NM). Untuk mendukung kelancaran operasi, tim terlebih dahulu merencanakan pengisian bahan bakar di Desa Kintab setelah menempuh perjalanan sekitar 63 NM. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan sejauh 55 NM menuju lokasi kejadian.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan pencarian dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur, yakni Pos SAR Kotabaru, Pos TNI AL Kintab, serta nelayan setempat.
Berbagai peralatan turut dikerahkan untuk mendukung proses pencarian, di antaranya RIB, peralatan penyelamatan di air (water rescue), alat komunikasi, Aqua Eye, peralatan selam, dan perlengkapan pendukung lainnya.
“Kami telah mengerahkan tim rescue Pos SAR Kotabaru menggunakan RIB untuk melakukan pencarian di wilayah perairan Laut Jawa. Mengingat jarak lokasi yang cukup jauh, tim juga telah merencanakan pengisian bahan bakar di Desa Kintab agar pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan optimal,” jelasnya.
I Putu Sudayana menambahkan, koordinasi dengan seluruh unsur terkait dan nelayan setempat terus dilakukan untuk memperluas informasi serta area pencarian korban.
Ia juga mengingatkan seluruh awak kapal agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat.
Hingga berita ini disampaikan, Baco masih belum ditemukan. Kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian dilaporkan berawan dan belum terdapat kendala berarti yang menghambat operasi. Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan harapan korban segera ditemukan.
