Kabut Asap Mulai Selimuti Bandara Syamsudin Noor, Penerbangan Belum Terdampak
BANJARBARU — Kabut asap mulai terlihat menyelimuti kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dalam beberapa hari terakhir. Meski kondisi tersebut mulai memengaruhi jarak pandang di sekitar kawasan bandara, operasional penerbangan hingga saat ini masih berjalan normal.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, mengatakan hasil pemantauan selama tiga hari terakhir belum menunjukkan adanya penundaan penerbangan yang disebabkan oleh kabut asap.
“Secara umum dalam tiga hari terakhir tercatat tidak terjadi dampak kabut asap terhadap penundaan waktu keberangkatan penerbangan,” ujar Zulfian saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).
Menurut Zulfian, pengelola Bandara Internasional Syamsudin Noor terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kualitas udara maupun jarak pandang (visibility).
Namun, terkait keputusan teknis mengenai kelayakan operasional penerbangan, kewenangan berada pada otoritas penerbangan dan masing-masing maskapai sesuai kondisi aktual serta ketentuan keselamatan yang berlaku.
“Keputusan mengenai visibility dan operasional penerbangan merupakan ranah dari AirNav Indonesia dan pihak maskapai untuk memutuskan setiap kondisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, pengelola bandara mengingatkan calon penumpang untuk mengantisipasi kemungkinan terganggunya perjalanan menuju bandara.
Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan disarankan berangkat lebih awal. Selain potensi perubahan kondisi di kawasan bandara, kabut asap juga dapat menurunkan jarak pandang pengguna kendaraan di jalur menuju Bandara Syamsudin Noor.
“Kami menyarankan para pengguna jasa untuk datang lebih awal ke bandara, mengingat periode rawan kabut asap seperti ini dapat memengaruhi jarak pandang saat berkendara,” katanya.
Penumpang juga diminta secara rutin mengecek informasi penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun petugas di lapangan agar tidak tertinggal apabila terdapat perubahan jadwal.
Di sisi lain, Zulfian mengingatkan bahwa kabut asap yang terjadi tidak terlepas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi kemarau.
Ia berharap kondisi cuaca segera membaik dan masyarakat turut berperan mencegah munculnya titik api, termasuk dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
“Semoga kemarau panjang ini cepat berakhir dan masyarakat sekitar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu karhutla,” pungkasnya.



