RANTAU – Permainan domino mulai mendapat ruang sebagai olahraga yang lebih terorganisasi di Kabupaten Tapin. Sebanyak 16 tim dari desa dan kelurahan se-Kecamatan Tapin Utara ambil bagian dalam lomba domino di Kelurahan Rantau Kiwa, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar ORADO Cabang Tapin dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap tim terdiri dari tiga orang, yakni dua pemain dan satu pendamping.
Ketua ORADO Cabang Tapin, Achmad Riduan Syah, mengatakan lomba tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan domino sebagai olahraga yang positif kepada masyarakat.

Menurutnya, domino selama ini masih kerap dikaitkan dengan perjudian maupun aktivitas negatif lainnya. Melalui ORADO, stigma tersebut ingin diubah dengan menghadirkan permainan yang memiliki aturan dan menjunjung sportivitas.
“ORADO ini adalah wadah organisasi yang di dalamnya ada kegiatan domino. Namun, kita ingin mengubah image domino yang sebelumnya lebih dikenal dengan kegiatan negatif menjadi kegiatan yang lebih positif dan olahraga yang lebih baik,” ujarnya.
Riduan menyebut domino bukan sekadar permainan keberuntungan. Pemain juga membutuhkan ketangkasan, daya ingat dan kecerdasan dalam menentukan setiap langkah.
“Yang paling utama adalah ketepatan. Ketepatan untuk menurunkan atau mengeluarkan angka yang kita perlukan. Di situlah keterampilan dan kecerdasan pemain diuji,” katanya.
Ia berharap ORADO dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus menemukan bibit-bibit pemain domino dari Tapin yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
Selain pertandingan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga. Momentum HUT ke-81 RI turut diisi dengan doa bersama untuk mengenang jasa para pahlawan.
Lurah Rantau Kiwa, Dwi Suryanto, mengatakan kegiatan mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk organisasi olahraga domino dan tim wasit dari tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
“Pesertanya sebanyak 16 tim, satu tim terdiri dari tiga orang, yaitu dua pemain dan satu pendamping,” jelasnya.
Menurut Yanto, lomba tersebut juga menjadi kesempatan mengenalkan aturan domino yang lebih terstandar. Sebab, permainan domino yang berkembang di masyarakat selama ini terkadang menggunakan aturan berbeda-beda.
“Sekarang domino sudah masuk dalam jajaran olahraga nasional sehingga ada aturan yang harus dipahami. Harapan kami, masyarakat Kecamatan Tapin Utara bisa bermain domino secara lebih tertib, sportif dan sesuai aturan ORADO,” pungkasnya.
Dengan digelarnya lomba tersebut, ORADO Tapin Utara berharap domino semakin diterima sebagai olahraga yang positif, sekaligus menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan melahirkan pemain berprestasi dari Bumi Ruhui Rahayu.




