Tegas! Bupati Rusli Tepis Keras Dugaan Jual Beli Jabatan di Lingkungan Pemkab Kotabaru
KOTABARU – Menegaskan komitmen kuat mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas tinggi, Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli secara tegas menepis beredarnya dugaan dan isu jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Pernyataan ini disampaikan secara lugas saat dikonfirmasi awak media usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-76 Kabupaten Kotabaru di Gedung DPRD Kotabaru, Senin (1/6/2026).
Dalam keterangannya, Bupati Rusli menegaskan bahwa memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Syairi Mukhlis, seluruh fokus dan program prioritas pemerintahan diarahkan sepenuhnya demi kesejahteraan rakyat. Berlandaskan visi dan misi yang diusung, langkah nyata yang terus digenjarkan meliputi peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan yang lebih baik, serta percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di seluruh penjuru daerah.
Selain menanggapi isu terkait birokrasi, Bupati Rusli juga menanggapi pertanyaan awak media mengenai masalah banjir yang kerap melanda kawasan perkotaan saat hujan deras turun. Menurutnya, fenomena tersebut merupakan kejadian alam yang sulit diprediksi secara pasti, namun bukan berarti dibiarkan begitu saja.
“Banjir yang terjadi di dalam kota saat curah hujan tinggi merupakan kejadian alam yang sulit diprediksi kapan datangnya. Namun, hal ini tidak lantas membuat kita lengah. Saya tegaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta seluruh aparat dan elemen terkait di Kabupaten Kotabaru harus selalu siap siaga dan sigap bertindak kapan pun dibutuhkan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya banjir,” tegasnya.
Menanggapi secara khusus isu yang menjadi sorotan utama, Bupati Rusli kembali menegaskan dengan nada tegas dan penuh keyakinan bahwa praktik negatif jual beli jabatan tidak ada tempatnya di lingkungan pemerintahannya. Ia memastikan bahwa seluruh proses pengangkatan dan penempatan pejabat dilaksanakan secara objektif, berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas, tanpa unsur pungutan atau transaksi apa pun.
“Saya tegaskan dengan sejelas-jelasnya, tidak ada praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotabaru selama masa kepemimpinan saya bersama Wakil Bupati Syairi Mukhlis. Kami membangun pemerintahan yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab demi kepercayaan yang telah diberikan masyarakat,” tandasnya tegas.
Pernyataan tegas ini sekaligus menjadi bukti keseriusan pemimpin daerah dalam menjaga marwah birokrasi yang sehat, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, demi mewujudkan Kotabaru yang semakin maju dan dipercaya rakyat.
Penulis: M. Nasaruddin



