Banjarbaru – Coffee shop modern bernama “Warung Pagat”, yang berada di Jalan Wijaya Kusuma No.09 kota Banjarbaru, kini tengah menjadi incaran pengunjung, terutama masyarakat asli Kalimantan Selatan.
Pasalnya coffee shop ini tidak hanya menyediakan menu modern dan kopi yang biasa dijual pada umumnya, namun juga menyediakan beberapa menu khas Banjar Kalimantan Selatan.
Adapun beberapa menu khas Banjar yang tersedia seperti, Intalu Itik Becacapan (telur Bebek asin yang diberikan kuah dengan bumbu rempah-rempah), lalu ada Telang Besanga dan Oseng Jaruk Tarap.
Warung Pagat ini beroperasional mulai pukul 10.00 Wita sampai pukul 22.00 wita, dengan range harga untuk kopi susu mulai dari Rp. 15 ribu, dan makanan formal biasanya Rp. 35 ribuan untuk makanan khas Banjar nya mulai dari harga Rp. 5 ribu sampai Rp. 25 ribuan.
Aan Owner Warung Pagat mengatakan, dirinya juga membawahi beberapa lini usaha coffee shop lain nya, namun usaha tersebut terbilang modern.
“Kebetulan kita dapat lokasi disini, dan muncullah ide membuat coffee shop dengan mengangkat kearifan lokal,” Ujarnya,saat diwawancarai Jumat (25/4/25).
Selain itu, Warung Pagat ini dibikin karena menurut Aan, coffe shop itu tidak hanya untuk kalangan remaja, namun juga orang tua dengan usia diatas 35 tahun.
“Ala-ala coffee shop namun makanannya tetap lokal, jadi semua kalangan bisa nongkrong,” Ucapnya.

Warung Pagat ini mengangkat, kebudayaan Barabai ibu kota dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pasalnya Aan selaku owner merupakan keturunan dari Barabai.
Aan mengakui bahwa dirinya masih mencoba pasar, karena baru satu bulan Warung Pagat ini diresmikan.
“Menu yang populer disini ada Oseng Jaruk Tarap, Mandai, Pakasam, itu beberapa menu khas Barabai yang saya bawa kesini,” Jelasnya.
“Sebenarnya beberapa menu tersebut merupakan menu musiman di Barabai, namun di Warung ini kita bikin setiap hari,” Tambahnya.
Namun Aan mengakui ada kesulitan bahan baku, karena bebeberapa bahan baku seperti mandai, tarap itu merupakan buah musiman.
“Meskipun musiman kita masih usahakan bahan baku tersebut selalu ready, dengan cara keluarga yang ada di Barabai ikut mencari buah tersebut, jadi siapa yang menjual akan kita bawa kesini untuk kita masak,” Terangnya.
Masih kata Aan, dirinya bersyukur karena antusias masyarakat yang datang ke Warung Pagat sangat banyak.
“Alhamdulillah disambut baik oleh masyarakat Banjarbaru dan sekitarnya, dari berbagai kalangan mulai dari remaja sampai orang tua, yang jarang nongkrong bisa nongkrong disini,” Tuturnya.
Diperkirakan ada ratusan pengunjung yang datang ke Warung Pagat.
“Ya kalau dikira-kira under 100an pengunjung yang datang Perharinya,” Katanya.
Sementara itu, Firdaus salah satu pengunjung menambahkan, sudah dua kali dirinya berkunjung disini.
“Makanannya enak, menu nya khas Banjar jadi mengenang kuliner makanan zaman dahulu, seperti menu Tarap kan itu jarang sekali di temuin, dan harganya juga terjangkau,” Tuntasnya.



