Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Tanah Laut Resmi Jadi Sentra Produksi Jagung Kalsel
TANAH LAUT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersinergi penuh dengan Polda Kalimantan Selatan resmi mencanangkan Kabupaten Tanah Laut sebagai Sentra Produksi Jagung utama di wilayah Banua. Langkah strategis ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional serta upaya menjaga stabilitas harga komoditas pangan pokok di daerah.
Pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan institusi kepolisian, sebagai bukti komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara masif dan berkelanjutan.
Kapolda Kalimantan Selatan dalam arahannya menyampaikan bahwa institusi Polri memberikan dukungan penuh berupa penyediaan sarana dan prasarana pertanian guna memudahkan para petani dalam menggarap lahan. Bantuan yang disalurkan meliputi:
4 unit mesin combine harvester
5 unit traktor pertanian
Paket pupuk dan benih unggul berkualitas tinggi
“Tujuan utama kita adalah meningkatkan produksi jagung di Tanah Laut. Saat ini, kebutuhan jagung di Kalimantan Selatan baru terpenuhi sekitar 25 persen dari total kebutuhan. Melalui program ini, kami akan berupaya maksimal agar produksi dapat ditingkatkan sebesar-besarnya. Nantinya jika terjadi surplus, hasil panen ini tidak hanya akan mencukupi kebutuhan dalam daerah, namun siap dipasok ke provinsi lain hingga dapat diekspor ke luar negeri,” ujar Kapolda Kalsel.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa penetapan Tanah Laut sebagai sentra jagung merupakan langkah konkret untuk melindungi petani dari permainan harga pasar yang tidak sehat.
Pemerintah menetapkan target penggarapan lahan seluas 15.000 hektare di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Laut. Langkah ini dirancang untuk menjamin harga jual jagung di tingkat petani tetap terjaga dan menguntungkan.
“Ini merupakan kerja sama unik di Indonesia, antara Pemerintah, Polri, dan masyarakat. Kita pastikan rantai pasok teratur sehingga harga tidak lagi diatur oleh pihak-pihak tertentu. Kesejahteraan petani menjadi prioritas utama kita,” tegas Gubernur.
Program pengembangan sentra jagung ini dilaksanakan melalui kolaborasi erat antara, Polda Kalsel bersama jajaran Polres Tanah Laut, Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten Tanah Laut serta Tenaga Penyuluh Lapangan (PPL & PPS).
Sinergi ini tidak hanya berhenti pada penyediaan alat dan bibit, namun juga akan mengawal proses mulai dari penanaman hingga masa panen agar target produksi dapat tercapai dengan baik.
Melalui pencanangan ini, Pemerintah dan Polda Kalsel berharap Tanah Laut dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan untuk mengembangkan potensi pertanian lokal. Sehingga pada akhirnya, kemandirian pangan daerah dapat terwujud secara berkelanjutan dan memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat Banua.
