RANTAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Tapin. Kali ini, sekitar 50 hektare lahan di Desa Pematang Karangan Hilir, Kecamatan Tapin Tengah, terbakar pada Rabu (12/8/2026) malam.
Informasi kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Tapin sekitar pukul 19.45 Wita. Penanganan berlangsung hingga Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 04.45 Wita.
Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 30 hektare lahan semak belukar terbakar, sedangkan 20 hektare lainnya merupakan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.
Sejumlah lahan warga turut terdampak. Di antaranya lahan milik Idram sekitar 2 hektare, Mastur 2 hektare, Ibrahim 3 hektare, Hj. Santi 5 hektare, Hj. Hikmah 5 hektare dan H. Sadid sekitar 3 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, M. Nor, mengatakan penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur.
“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas. Penanganan dilakukan bersama TNI, Polri, relawan, PMI, serta masyarakat,” ujar M. Nor.
Menurutnya, kondisi medan dan luasnya area yang terbakar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Namun, berkat kerja sama seluruh unsur, api akhirnya berhasil dikendalikan.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan penanganan hingga dini hari, seluruh titik api berhasil dipadamkan. Saat ini kondisi di lokasi sudah aman dan terkendali, tetapi tetap kami lakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” katanya.
Dalam penanganan tersebut, tim gabungan mengerahkan unit tangki dan mesin pemadam portable. Petugas juga melakukan pembasahan di sejumlah area yang dinilai masih berpotensi memunculkan api kembali.
M. Nor mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu meluasnya kebakaran lahan.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kalau melihat adanya titik api, segera laporkan agar bisa ditangani secepat mungkin sebelum meluas,” tegasnya.
Hingga Kamis pagi, kondisi kawasan terdampak dilaporkan aman dan terkendali. BPBD Tapin bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi munculnya kembali titik api.



