Kuala Kapuas – Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Agung Al Mukarram Amanah dalam kegiatan Tablig Akbar Kapuas 2026, Minggu (19/4/2026) malam. Kegiatan ini digelar Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Pemkab Kapuas dan Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas.
Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai penjuru Kapuas telah berdatangan untuk mengikuti tablig akbar yang menghadirkan penceramah nasional, Ustadz Das’ad Latif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Kalimantan Tengah periode 2016–2021 Habib Ismail bin Yahya, Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta bersama Ketua GOW Pulang Pisau, Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekda Kapuas Usis I. Sangkai, serta unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
“Alhamdulillah, Kabupaten Kapuas memiliki masyarakat yang heterogen, baik suku maupun agama. Namun, toleransi tetap terjaga dengan baik, adem, ayem, dan kondusif. Mudah-mudahan kondisi ini terus kita pertahankan,” ujarnya.
Ia juga berharap kehadiran Ustadz Das’ad Latif dapat memberikan pencerahan melalui tausiah yang disampaikan, sehingga kehidupan masyarakat semakin harmonis dan religius.
Bupati Wiyatno turut menyampaikan bahwa Kapuas merupakan salah satu daerah penopang pangan di Kalimantan Tengah dengan sektor pertanian yang terus berkembang. Selain itu, pemerintah daerah juga terus melakukan penataan kota dan peningkatan infrastruktur hingga ke desa.
“Motto kita Kapuas Bersinar, yaitu berdaya saing, sejahtera, indah, aman, dan religius. Dengan dukungan masyarakat, kami optimistis Kapuas akan semakin maju,” tambahnya.
Dalam tausiahnya, Ustadz Das’ad Latif mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan, menjaga persatuan, serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaiannya yang lugas, inspiratif, dan diselingi humor membuat suasana semakin hidup.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Tablig akbar ditutup dengan doa bersama dan lantunan shalawat yang menambah kekhidmatan suasana.


