BerandaBudayaAngkat Identitas Budaya Lokal,...

Angkat Identitas Budaya Lokal, Pemkab Tapin Gelar Lomba Desain Motif Sasirangan Bertema Ayunan Maulid

Terbaru

RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin terus mendorong pelestarian budaya sekaligus membuka ruang kreativitas bagi para pengrajin lokal melalui penyelenggaraan Lomba Desain Motif Sasirangan Khas Tapin Tahun 2026.

Mengangkat tema “Motif Ayunan Maulid”, kegiatan ini diharapkan melahirkan identitas visual baru yang merepresentasikan kekayaan budaya daerah.

Kegiatan yang diikuti para pengrajin, desainer, dan pegiat sasirangan tersebut menjadi wadah untuk menghadirkan karya inovatif yang tetap berpijak pada nilai budaya dan kearifan lokal Kabupaten Tapin.

Bupati Tapin H Yamani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapin, kami menyambut baik dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pengrajin, desainer, serta para pegiat sasirangan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Yamani, lomba desain motif sasirangan bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kreativitas, mendorong inovasi, sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi para pelaku ekonomi kreatif di daerah.

Ia menjelaskan, tema Motif Ayunan Maulid dipilih karena memiliki makna yang erat dengan identitas masyarakat Tapin. Tradisi Ayunan Maulid selama ini dikenal sebagai bagian dari warisan religius dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

“Tradisi ini bukan hanya mencerminkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kearifan lokal yang telah menjadi karakter masyarakat Tapin,” katanya.

Karena itu, para peserta diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam karya motif yang unik, inovatif, dan memiliki daya saing sehingga dapat dikenal lebih luas di tingkat regional maupun nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tapin juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan nilai lebih terhadap hasil karya para peserta.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya menghadirkan identitas khas daerah, desain yang berhasil meraih juara pertama nantinya akan ditetapkan sebagai salah satu motif resmi yang digunakan pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Tapin.

”Kebijakan ini diharapkan dapat memotivasi para peserta untuk menghadirkan karya terbaik yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga mampu menjadi simbol kebanggaan masyarakat Tapin,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Tapin berharap sasirangan tidak hanya berkembang sebagai produk kerajinan, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya yang mampu memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan industri kreatif.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka