BerandaHabar BanjarMenuju Indonesia Emas 2045,...

Menuju Indonesia Emas 2045, Menteri LH dan Bupati Banjar Komitmen Tuntaskan Persoalan Sampah

Terbaru

Menuju Indonesia Emas 2045, Menteri LH dan Bupati Banjar Komitmen Tuntaskan Persoalan Sampah

​MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memantapkan langkah dalam tata kelola lingkungan hidup guna mewujudkan target Indonesia Emas 2045. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Apel dan Korve Nasional yang dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Bupati Banjar H. Saidi Mansyur dan Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al-Habsyi di Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS), Martapura, Senin siang.

​Kegiatan korve ini merupakan manifestasi dari arahan Presiden RI yang menekankan bahwa penanganan sampah harus menjadi perhatian utama (concern) seluruh kepala daerah di Indonesia. Menteri LH menyampaikan bahwa penyelesaian masalah sampah di tingkat daerah adalah fondasi dasar sebelum melangkah menuju kemajuan nasional.

​Dalam keterangannya, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Banjar yang telah merespons cepat instruksi kementerian untuk menutup praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) sejak awal 2025.

​”Saat ini, dari 365 ton sampah per hari di Kabupaten Banjar, sekitar 265 ton telah dikelola dengan baik di TPA Cahaya Kencana menggunakan sistem controlled landfill. Kita harapkan sisa 27 persen cakupan sampah lainnya dapat segera tertangani,” ujar Hanif.

​Ia menambahkan, ke depan TPA tidak lagi diperkenankan menerima sampah organik. “Fase selanjutnya adalah kemandirian di hulu. Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan wajib selesai di luar TPA. TPA hanya akan diperuntukkan bagi residu atau sampah anorganik saja,” tegasnya.

​Melihat progres yang ada, Menteri LH optimistis Kabupaten Banjar dapat meraih predikat Adipura pada Desember 2026. Menurutnya, nilai teknis Kabupaten Banjar sudah cukup tinggi, tinggal menyempurnakan beberapa aspek seperti penetapan Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS), penganggaran minimal 3 persen, serta peningkatan kapasitas SDM.

​”Saya mohon dengan sangat, karena ini kampung halaman saya, Kabupaten Banjar harus menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah,” tambah putra daerah Kalimantan Selatan tersebut.

​Menanggapi tantangan tersebut, Bupati Banjar H. Saidi Mansyur menyatakan komitmen penuhnya untuk melanjutkan tradisi bersih di Kota Martapura dan Kabupaten Banjar. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran serta sarana prasarana yang diperlukan untuk memperbaiki catatan evaluasi dari kementerian.

​”Adipura adalah kebanggaan yang pernah dirasakan masyarakat kita. Kami berkomitmen besar untuk mengembalikan itu melalui rasa kebersamaan, melibatkan Forkopimda, pelajar, hingga instansi vertikal lainnya,” kata Saidi.

​Selain fokus pada Adipura, Bupati Saidi juga memaparkan kesiapan Kabupaten Banjar dalam mendukung proyek strategis Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Banjarmasin Raya. Kabupaten Banjar menjadi salah satu dari tiga daerah di Kalsel yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait proyek tersebut.

​”Kami sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Banjarmasin dan Bupati Barito Kuala. Baik regulasi maupun anggaran pendukung sudah kami siapkan. Kami terus memohon arahan dari kementerian agar program PSEL ini bisa segera berjalan sebagai solusi jangka panjang sampah di kawasan metropolitan ini,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka