Kebakaran Landa Asrama Ponpes Nurul Iman Ma’had Ba’abud, Tiga Kamar Santri Hangus Terbakar
Banjarbaru – Kebakaran menghanguskan tiga kamar santri di Pondok Pesantren Nurul Iman Ma’had Ba’abud, Jalan RO Ulin Gang Amanah, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Rabu (03/06/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WITA tersebut sempat memicu kepanikan di lingkungan pesantren. Saat kejadian, para santri diketahui sedang mengikuti kegiatan peringatan maulid di masjid yang berada di dalam kompleks pondok pesantren.
Kapolres Banjarbaru melalui Kasi Humas, Ipda Kardi Gunadi, mengatakan api menghanguskan tiga kamar yang berada di lantai dua bangunan asrama santri.
“Objek yang terbakar adalah tiga buah kamar santri yang berada di lantai dua. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh dua santri yang tengah mengikuti kegiatan maulid. Keduanya melihat kepulan asap dan kobaran api muncul dari salah satu bagian lantai dua bangunan asrama.
Menyadari adanya kebakaran, para santri segera melaporkan kejadian tersebut kepada pengajar pondok. Para penghuni pesantren kemudian berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.
Tak lama kemudian, armada pemadam kebakaran dan relawan dari Banjarbaru, Kabupaten Banjar hingga Banjarmasin tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Petugas bergerak cepat melakukan lokalisasi api agar tidak merambat ke bagian bangunan lain. Upaya pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 20.40 WITA.
Bangunan asrama yang terbakar merupakan bangunan semi permanen dengan total 13 kamar yang dihuni sekitar 80 santri. Berkat penanganan cepat, api berhasil dicegah agar tidak menyebar ke seluruh area asrama.
Pascakejadian, personel Polres Banjarbaru bersama Polsek Banjarbaru Utara melakukan pengamanan lokasi dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari kipas angin di salah satu kamar santri.
“Dari hasil penyelidikan dan dugaan awal di lapangan, kebakaran diduga kuat akibat korsleting arus listrik dari kipas angin yang berada di dalam kamar santri,” kata Kardi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta.



