Rentetan Kebakaran Hantui Kabupaten Banjar di Tengah Pemadaman Listrik: 5 Insiden dalam Sepekan!
BANJAR – Kondisi kelistrikan yang belum stabil akibat pemadaman bergilir di Kabupaten Banjar kini kian diperparah oleh rasa waspada warga. Bukan tanpa alasan, dalam kurun waktu sepekan terakhir, rentetan musibah kebakaran berturut-turut mengamuk dan menghanguskan sejumlah bangunan di berbagai wilayah.
Amukan si jago merah tercatat terjadi di beberapa titik lokasi berbeda sepanjang paruh akhir Juni 2026:
Jumat, 19 Juni 2026: Kebakaran pertama melanda Desa Tambak Anyar, Kecamatan Martapura Timur.
Rabu, 24 Juni 2026: Api menggegerkan warga di Jalan Sasaran, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura.
Jumat, 26 Juni 2026: Kebakaran kembali terjadi, kali ini menyasar Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan.
Sabtu, 27 Juni 2026 (Sore): Amukan api kembali terjadi di Desa Tambak Anyar Tengah.
Sabtu, 27 Juni 2026 (Malam): Insiden kelima terjadi di kawasan Jalan Sekumpul Ujung, Desa Indrasari, Kecamatan Martapura.
Musibah kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam menimpa sebuah toko kaca dan aluminium kepunyaan Edi Budiyawan. Berdasarkan informasi di lapangan, titik api pertama kali terlihat muncul dari tumpukan kardus dan kertas di dalam bangunan.
Kobaran api yang membesar dengan cepat sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar karena khawatir api merembet ke area pemukiman padat. Sebelum bantuan armada tiba, warga sempat bergotong-royong menjinakkan api dengan peralatan seadanya.
Tak berselang lama, situasi berhasil dikendalikan berkat aksi sigap dari tim gabungan yang terdiri dari Relawan Pemadam Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar. Api akhirnya berhasil dipadamkan total sebelum meluas ke bangunan lain.
Meskipun rangkaian insiden ini dipastikan tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka, kecemasan masyarakat justru makin meningkat mengingat pemadaman listrik bergilir masih terus membayangi wilayah Kabupaten Banjar.
Terkait kondisi darurat ini, masyarakat diimbau untuk melakukan langkah pencegahan seperti: Memastikan instalasi listrik di rumah/tempat usaha dalam kondisi aman, Mencabut peralatan elektronik yang sedang tidak digunakan, dan Segera melaporkan ke petugas jika melihat tanda-tanda kebakaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
