Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2024, Agus Suwandi, menyuarakan kritik tajam terhadap pembangunan Gedung Galeri UMKM yang dinilainya tidak tepat sasaran. Penilaian tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan uji petik lapangan yang dilakukan oleh Pansus LKPJ di wilayah Balikpapan, sebagai bagian dari proses evaluasi atas pelaksanaan program dan kegiatan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.
Dalam kegiatan uji petik tersebut, rombongan Pansus meninjau lima titik pembangunan fisik yang tersebar di beberapa lokasi strategis di Balikpapan. Adapun titik yang dikunjungi meliputi pembangunan Gedung Jantung di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, proyek sistem drainase, rehabilitasi Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Agung, lanjutan pembangunan Gedung Galeri UMKM, serta pembangunan Gedung Serbaguna di SMKN 1 Balikpapan.
Kunjungan langsung ini dipimpin oleh Ketua Pansus Agus Suwandi dan didampingi oleh Wakil Ketua Pansus Agus Aras. Turut hadir pula sejumlah anggota pansus lainnya, seperti Fadly Imawan, Firnadi Ikhsan, Damayanti, Sugiyono, serta tim tenaga ahli dan staf pansus yang bertugas mendokumentasikan serta mengkaji setiap temuan di lapangan.
Salah satu proyek yang dinilai cukup progresif adalah pembangunan Gedung Rumah Sakit Jantung di kawasan RSUD Kanujoso Djatiwibowo. Agus menyebut bahwa secara struktur, bangunan tersebut telah berdiri kokoh dan menunjukkan perkembangan signifikan. Meskipun begitu, ia menekankan pentingnya penyelesaian pada aspek-aspek teknis seperti instalasi air dan fasilitas penunjang lainnya agar bangunan tersebut bisa segera difungsikan sesuai tujuan awalnya.
Ia juga menyinggung mengenai tahapan serah terima aset yang masih perlu ditunggu untuk memastikan operasional gedung berjalan lancar tanpa menimbulkan masalah administratif ke depannya. Menurutnya, pengembangan RSUD Kanujoso yang berdiri di atas lahan seluas 23 hektar memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi rumah sakit rujukan bertaraf internasional, dan hal ini perlu mendapat dukungan serius dari pemerintah daerah.
Sementara itu, proyek drainase yang ditinjau mendapat tanggapan positif dari masyarakat sekitar. Warga menyampaikan bahwa keberadaan saluran drainase yang baru telah memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan genangan air dan banjir di musim hujan. Agus pun mengapresiasi capaian tersebut dan menyatakan bahwa infrastruktur drainase merupakan salah satu prioritas pembangunan yang akan terus diperluas dan ditingkatkan kualitasnya.
Namun, perhatian utama dan kritik paling tajam dari Ketua Pansus LKPJ tertuju pada pembangunan lanjutan Gedung Galeri UMKM yang berlokasi di Jalan Marsma R. Iswahyudi, kawasan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan. Agus menilai bahwa penempatan gedung tersebut tidak strategis dan kurang mendukung tujuan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurutnya, galeri semacam itu seharusnya ditempatkan di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat aksesibilitas tinggi dan arus kunjungan publik yang padat, seperti di area bandara, pelabuhan, terminal, atau pusat-pusat perbelanjaan. Lokasi saat ini dianggap terlalu jauh dari keramaian dan cenderung sepi, sehingga dikhawatirkan hanya akan menjadi beban keuangan bagi daerah jika tetap dipaksakan beroperasi tanpa prospek yang jelas.
“Kami sangat kecewa melihat kenyataan di lapangan. Program ini seharusnya bisa menjadi sarana pemberdayaan UMKM yang efektif, tetapi malah berpotensi menjadi proyek mubazir jika terus dilanjutkan tanpa evaluasi mendalam. Penempatan lokasi yang kurang tepat justru menghambat tujuan utamanya, yakni membuka akses pasar bagi produk-produk lokal,” tegas Agus.
Ia juga mengingatkan bahwa penambahan anggaran untuk pembangunan gedung tersebut di masa mendatang hanya akan semakin membebani APBD, sementara dampak ekonomi terhadap masyarakat belum tentu sesuai harapan.
Selain tiga titik tersebut, Pansus juga melakukan peninjauan terhadap dua proyek lain, yakni rehabilitasi Taman Makam Pahlawan Dharma Agung dan pembangunan Gedung Serbaguna di SMKN 1 Balikpapan. Kedua proyek ini mendapat perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan fasilitas publik dan pendidikan. Rehabilitasi TMP dipandang sebagai bagian dari penghormatan terhadap jasa para pahlawan daerah, sementara gedung serbaguna di lingkungan sekolah menengah kejuruan menjadi penunjang kegiatan belajar-mengajar yang bersifat praktis dan fungsional.
Dengan rangkaian peninjauan lapangan tersebut, Pansus LKPJ berharap dapat menyusun rekomendasi yang lebih tepat dan objektif dalam laporan akhir evaluasi pelaksanaan APBD tahun 2024. Selain sebagai bentuk pengawasan legislatif, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memastikan bahwa kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup di Kalimantan Timur. (adv)


