Kalsel — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan KomuniAksi GPR Core pada Kamis (6/11/2025) pagi di Lapangan Bola Kebun Raya Banua, Banjarbaru.
Acara ini diikuti oleh perwakilan humas dari 48 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dengan total 96 peserta.
Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh keakraban, diawali dengan sesi outbound, dilanjutkan berbagi tips dan trik kehumasan, serta sharing session seputar strategi komunikasi publik antar instansi.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi di antara para pengelola kehumasan di seluruh SKPD.
“Ini kegiatan yang mempertemukan para pengelola humas di tiap SKPD se-Kalimantan Selatan. Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan menghubungkan berbagai isu di instansi masing-masing agar menjadi informasi yang utuh dan membangun citra positif pemerintah daerah,” jelasnya.
Menurutnya, penyebaran informasi publik memerlukan konektivitas dan kolaborasi lintas sektor, agar pesan yang sampai ke masyarakat konsisten, akurat, dan berimbang.
“Kita perlu melakukan KomuniAksi, komunikasi dan aksi bersama agar tidak ada kesulitan dalam mendiseminasikan informasi, baik isu ekonomi, sosial, kesehatan, maupun pembangunan daerah,” tambahnya.
Muslim menjelaskan kegiatan tahun ini sengaja dilaksanakan di ruang terbuka agar peserta dapat berinteraksi secara lebih segar dan gembira.
“Hari ini dilakukan di alam terbuka, supaya lebih fresh, lebih happy. Prinsipnya humas itu harus gembira, tidak boleh muram. Karena humas adalah wajah positif pemerintah di mata masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran humas dalam menjaga validitas, reliabilitas, dan integritas informasi sebelum disampaikan kepada pimpinan maupun masyarakat.
“Harapan kami, ke depan tidak ada lagi sekat-sekat komunikasi antar humas. Semua harus saling terhubung dan bersinergi agar informasi yang disampaikan memiliki nilai kebenaran dan kredibilitas yang kuat,” tutupnya.


