BANJARBARU – Semangat melestarikan budaya dan mendukung talenta lokal membara dalam ajang Fashion Show Competition bertema “Pesona Wastra Batik Nuansa Rumah Joglo” yang sukses digelar di Pasta Joglo, Banjarbaru, pada Minggu, (23/11/25).
Acara yang diprakarsai oleh Desainer ternama Kalimantan Selatan, MS Mahdalena Syahdan, ini berhasil menarik antusiasme hampir 20 anak peserta lomba dan 18 model profesional yang berasal dari tiga wilayah utama, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Banjarmasin.
Para peserta menunjukkan kemampuannya dalam dua sesi kostum yang berbeda: Casual Batik Nusantara dan Casual Black.
Kehadiran wastra batik sebagai kostum utama menegaskan komitmen untuk mempromosikan kain tradisional Indonesia.
“Mereka sangat bersemangat dan senang sekali bisa memakai kostum Batik Nusantara. Tujuan utama kami adalah memberikan wadah bagi anak-anak Kalimantan Selatan untuk mengembangkan bakat mereka, bahkan sering kali kami bawa hingga ke tingkat Nasional,” ujar Desainer Mahdalena Syahdan.

Kredibilitas acara ini didukung oleh dewan juri yang kompeten, yaitu Avivah, perwakilan dari Galuh Wakil 3 Kabupaten Banjar, dan Desainer senior MS Mahdalena Syahdan sendiri, yang pengalamannya dalam menciptakan ratusan event di Banua sudah tidak diragukan lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Mahdalena Syahdan menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Norhasanah, seorang Notaris sekaligus Owner Pasta Joglo, atas dukungan dan penyediaan tempat yang luar biasa.
Apresiasi juga ditujukan kepada semua model dan tim yang tampil, khususnya BMF (Banjarbaru Model Freelance) dan Fay Modeling, serta seluruh tim produksi yang memastikan acara berjalan sukses.
Menatap masa depan, Desainer Mahdalena Syahdan bertekad untuk terus melestarikan warisan budaya. Rencananya, ia akan menggandeng UMKM Kain Sasirangan untuk memberikan kesempatan memamerkan dan melombakan hasil karya mereka, di mana kain Sasirangan tersebut akan dikenakan langsung oleh model-model kebanggaan Kalimantan Selatan.
“Harapan saya, kita semua terus melestarikan Wastra dan mempromosikannya, tidak hanya di Banua kita ini, tapi juga hingga ke mancanegara,” tutup Mahdalena Syahdan.


