BerandaHabar BanjarPetugas SPPG di Aluh-Aluh...

Petugas SPPG di Aluh-Aluh Bertaruh Nyawa Antar Makan Bergizi Lewat Jalur Air

Terbaru

KABUPATEN BANJAR – Petugas Satuan Pemberi Pangan Gratis (SPPG) di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, harus bertaruh nyawa setiap hari demi menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah pesisir dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pengantaran dilakukan menggunakan perahu bermotor atau kelotok yang harus menembus cuaca tidak menentu, gelombang pasang surut, serta aliran sungai yang kerap berubah.

Rutinitas kesibukan para petugas dimulai sejak pagi buta di dapur SPPG Aluh-Aluh Besar.

Ratusan ompreng—food tray tempat MBG—diisi dengan menu yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian pelajar.

“Setiap hari kami memastikan porsinya standar dan sesuai kebutuhan anak-anak. Setelah semua ompreng terisi, langsung kami angkut ke dermaga untuk diberangkatkan,” ujar M. Kaspul Anwar, Kepala SPPG Aluh-Aluh Besar, Selasa (25/11/2025).

Ompreng-ompreng itu kemudian dimasukkan ke kotak khusus agar tidak tumpah selama perjalanan.

Gunakan kelotok, petugas SPPG Aluh-Aluh Besar, Kabupaten Banjar mengarungi sungai dan lautan demi antarkan makan bergizi gratis ke sekolah di pesisir Kalsel. (Foto: Khat Fu/HK)

Perahu yang mengangkut makanan bergizi itu menempuh perjalanan air selama 30 menit hingga 1 jam, tergantung kondisi alam.

Kaspul mengatakan medan yang dihadapi para petugas sering kali berat, tetapi mereka tetap menjalankan tugas demi memastikan siswa-siswa di wilayah terpencil mendapatkan hak gizi yang layak.

“Kadang air pasang besar, kadang surut sekali sehingga perahu sulit lewat. Tapi tetap kami jalankan, karena anak-anak di sekolah sudah menunggu,” katanya.

Senyum para siswa yang menyambut kedatangan petugas menjadi penyemangat tersendiri.

Banyak dari mereka membawa sendiri ompreng MBG dari dermaga menuju ruang kelas untuk dibagikan kepada teman-temannya.

Dari 26 sekolah yang dilayani dapur SPPG Aluh-Aluh Besar, 17 di antaranya hanya bisa diakses melalui jalur air.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Banjar, Shinta Aulia, menegaskan bahwa perluasan jangkauan ke daerah 3T menjadi prioritas sesuai arahan pemerintah pusat.

“Arahan nasional jelas, fokus pada wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Karena itu kami berupaya meratakan penerima MBG hingga titik terjauh,” ujar Shinta.

Saat ini, menurut Shinta, Kabupaten Banjar memiliki sekitar 42 ribu penerima manfaat yang dilayani oleh 15 dapur SPPG yang telah beroperasi.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah, terutama di wilayah pelosok yang selama ini sulit dijangkau pelayanan dasar.

“Harapan kami, dengan program ini tidak ada lagi siswa yang belajar dengan kondisi kekurangan gizi, di mana pun mereka berada,” tambah Shinta.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka