Almarhum Ayah, Siswi 13 Tahun Jadi Jemaah Calon Haji Termuda Asal Banjar Bersama Petani 82 Tahun
MARTAPURA – Suasana haru dan penuh khidmat mewarnai acara pelepasan jemaah calon haji Kabupaten Banjar tahun 2026 yang dirangkai dengan sholat hajat bersama di Masjid Nurul Iman, Desa Indrasari, Martapura, pada Sabtu (18/4/2026) pagi. Di antara deretan para jemaah, terdapat dua sosok yang mencuri perhatian: jemaah termuda yang masih duduk di bangku SMP dan jemaah tertua yang berprofesi sebagai petani.
Jemaah termuda tersebut adalah Sofia Kamila, seorang siswi kelas 7 di MTs 6 Banjar yang baru menginjak usia 13 tahun. Di balik keberangkatannya ke Tanah Suci, terselip kisah haru. Warga asal Tanjung Rema ini berangkat menunaikan rukun Islam kelima untuk menggantikan porsi mendiang ayahnya.
”Iya, berangkat menggantikan Abah yang meninggal pada tahun 2023 lalu,” ungkap Sofia.
Pada keberangkatan kali ini, ia akan didampingi oleh sang ibunda, Ibu Habibah. Untuk menghormati mendiang sang ayah sebelum bertolak ke Tanah Suci, Sofia mengaku akan menyempatkan diri nyekar ke makamnya.
Meski masih sangat belia, kesiapan Sofia patut diacungi jempol. Ia mengaku tidak kesulitan memahami tata cara ibadah haji.
”Insyaallah sudah mengerti. Kemarin juga sudah mengikuti pelatihan terkait tata cara haji. Selama ini juga terus belajar dan menghafal doa-doanya,” jelasnya.
Tidak hanya kesiapan rohani, urusan duniawi pun telah ia selesaikan dengan baik. Sofia memastikan dirinya telah mendapatkan izin resmi dari sekolah melalui surat permohonan. Persiapan teknis lainnya mulai dari paket roaming untuk komunikasi dengan keluarga di Tanah Air, uang saku, hingga kesiapan fisik, semuanya diakui Sofia sudah siap.
Di sudut lain, kebahagiaan tak kalah terpancar dari ibu Dimasnah. Di usianya yang telah mencapai 82 tahun, ia tercatat sebagai jemaah calon haji tertua dari Kabupaten Banjar pada tahun ini.
Meski sudah lanjut usia, Dimasnah masih terlihat bugar berkat rutinitas hariannya. Sehari-hari, ia masih aktif bekerja di ladang. “Keseharian bertani. Bisa macam-macam, tanam singkong, tanam sayur,” tuturnya.
Dimasnah mengungkapkan bahwa ia telah mendaftar haji sejak tahun 2018. Penantian selama sewindu itu akhirnya terbayar lunas. Rasa lelah bertani selama bertahun-tahun seakan sirna berganti dengan perasaan bangga dan bahagia karena akhirnya mendapat panggilan untuk bertamu ke Baitullah.
Acara pelepasan dan sholat hajat pada pagi itu ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran ibadah seluruh jemaah. Kisah Sofia dan Dimasnah menjadi bukti bahwa panggilan ke Tanah Suci tidak mengenal batas usia, melainkan kesiapan niat dan ketetapan takdir.

