Dampak Pertumbuhan Penduduk, DPRD Soroti Pendidikan hingga Sampah di Banjarbaru
Banjarbaru – Peningkatan jumlah penduduk di Kota Banjarbaru mulai berdampak pada berbagai sektor layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga persoalan lingkungan seperti sampah dan banjir.
Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, menyampaikan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat harus diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana dasar.
“Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan harus ikut dikejar,” ujarnya usai Sidang Paripurna DPRD Kota Banjarbaru, Minggu (19/04/2026).
Ia menjelaskan, di sektor pendidikan mulai muncul persoalan terkait keterbatasan daya tampung sekolah, khususnya dalam penerapan sistem zonasi.
“Sekarang sudah mulai banyak keluhan, karena jumlah lulusan tidak sebanding dengan ketersediaan sekolah,” ungkapnya.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga dinilai perlu mendapat perhatian, terutama dalam penambahan fasilitas seperti puskesmas dan layanan kesehatan lainnya untuk mengimbangi peningkatan jumlah kunjungan masyarakat.
Di sisi lain, persoalan lingkungan turut menjadi sorotan, khususnya terkait pengelolaan sampah yang volumenya terus meningkat.
“Produksi sampah kita hampir 1,9 ton per hari, sementara kapasitas TPA sudah mulai penuh. Ini menjadi peringatan bagi kita semua,” jelas Emi.
Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga guna mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
“Pengurangan sampah harus dimulai dari hulu, agar volume yang masuk ke TPA bisa ditekan,” tambahnya.
Tak hanya itu, meningkatnya jumlah penduduk juga berdampak pada berkurangnya kawasan resapan air, yang memicu munculnya titik-titik banjir baru di sejumlah wilayah.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diatasi melalui perbaikan sistem drainase serta normalisasi sungai yang lebih optimal.
“Sekarang hujan dua sampai tiga jam saja sudah menyebabkan banjir di beberapa daerah yang sebelumnya tidak terdampak, sistem drainase harus segera kita benahi,” tutupnya.


