Kepulan Asap di Klinik Yasmin Martapura Gegerkan Warga, Petugas Terpaksa Bongkar Atap Sirap
MARTAPURA – Warga Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura mendadak geger setelah melihat kepulan asap tebal keluar dari bangunan eksisting Klinik Yasmin pada Rabu (24/6/2026) siang sekitar pukul 11.40 Wita. Insiden ini menimpa tempat pelayanan kesehatan praktik bidan milik Gusti Irwan Noviansyah yang berlokasi di Jalan Sasaran, Kabupaten Banjar.
Begitu menerima laporan darurat dari warga mengenai kepulan asap di bagian belakang bangunan, armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar bersama barisan relawan BPK langsung meluncur ke lokasi kejadian.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan DPKP Kabupaten Banjar, Gusti Yudhi, mengonfirmasi bahwa saat musibah kebakaran tersebut terjadi, klinik dalam kondisi sepi.
”Informasinya saat itu sedang tidak ada layanan, kondisi klinik sedang tutup. Jadi, posisi rumah atau bangunan memang dalam keadaan kosong,” ujar Gusti Yudhi saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati bahwa sumber api terkurung di dalam struktur plafon bangunan. Posisi titik api yang berada di area sempit dan tertutup ini sempat menyulitkan ruang gerak tim pemadam.
Gusti Yudhi menjelaskan, konstruksi atap bangunan model lama menjadi kendala yang membuat proses pemadaman memerlukan waktu lebih lama. Atap klinik tersebut menggunakan bahan sirap yang kemudian dilapisi lagi dengan seng pada bagian luarnya.
”Alhamdulillah tidak ada perambatan ke rumah warga yang lain. Namun, penanganan cukup sulit karena posisi api berada di plafon. Atapnya menggunakan sirap lama dan dilapisi seng, sehingga api terkurung dan penyalaannya menjadi lambat untuk dipadamkan,” jelasnya.
Akibat kondisi ini, petugas terpaksa melakukan pembongkaran pada sebagian material plafon guna menjangkau titik api utama dan memastikan tidak ada bara tersembunyi yang tersisa.
Mengenai kerusakan di dalam ruangan, Gusti Yudhi membeberkan bahwa selain plafon, kobaran api juga sempat membakar fasilitas pemeriksaan medis dan area penyimpanan logistik di bagian belakang klinik.
”Bagian yang terbakar itu kebanyakan area plafon. Kemudian di bagian bawah, ada ranjang untuk layanan pemeriksaan pasien yang ikut terbakar,” ungkapnya.
Petugas di lapangan juga sempat dibuat waswas karena api menyasar ruangan yang menyimpan tabung oksigen. Beruntung, kesigapan petugas berhasil mencegah potensi bahaya yang lebih besar.
”Di bagian belakang itu ada empat tabung oksigen ukuran besar. Dua terbakar dan dua tidak, tetapi alhamdulillah tidak sampai menimbulkan ledakan karena berhasil kami amankan dan keluarkan. Selain itu, ada satu tabung oksigen yang juga kami amankan,” tambah Yudhi.
Di sisi lain, Gusti Yudhi menyayangkan minimnya sistem proteksi kebakaran dini yang dimiliki oleh pihak pengelola klinik tersebut. Dari hasil penyisiran total di dalam bangunan, petugas tidak menemukan adanya alat pemadam api mandiri.
”Sepanjang penglihatan saya, dari luar sampai masuk ke dalam, kami tidak menemukan ada satupun APAR (Alat Pemadam Api Ringan) sebagai sistem proteksi awal untuk mengantisipasi munculnya api,” tegasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Berdasarkan pengamatan visual atau assessment sementara di lapangan, titik awal api diduga kuat dipicu oleh masalah kelistrikan.
”Menurut pengamatan kami, posisi awal yang terbakar itu ada di instalasi listrik di bagian plafon,” pungkas Gusti Yudhi, seraya menambahkan.
Total kerugian material saat ini masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pihak DPKP Kabupaten Banjar.


