Banjarmasin – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), H. Mukhtaruddin, meresmikan Migrant Center Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Selasa (23/6/2026). Fasilitas tersebut menjadi Migrant Center pertama di wilayah Kalimantan yang disiapkan untuk mencetak pekerja migran berkompeten dan siap bersaing di pasar kerja internasional.
Mukhtaruddin mengatakan, keberadaan Migrant Center ULM merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem perlindungan pekerja migran Indonesia secara menyeluruh, mulai dari tahap persiapan hingga penempatan kerja.
“Ini akan memperkuat posisi pekerja migran Indonesia untuk mengisi sektor formal dan profesional di luar negeri,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan pusat layanan ini juga penting dalam menghadapi bonus demografi Indonesia pada 2045. Jika tidak dikelola dengan baik, jumlah usia produktif yang besar justru dapat menjadi beban karena tingginya angka pengangguran.
“Kalau tidak dipersiapkan, bonus demografi bisa berubah menjadi bencana. Banyak tenaga kerja produktif, tetapi tidak memiliki pekerjaan,” katanya.
Di sisi lain, sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, China, hingga kawasan Timur Tengah saat ini masih membutuhkan banyak tenaga kerja produktif dari luar negeri.
Karena itu, Mukhtaruddin menilai peluang tersebut harus dimanfaatkan oleh tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi dan keahlian sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Ia menegaskan bahwa pekerja migran Indonesia tidak hanya identik dengan pekerjaan domestik, tetapi juga harus mampu mengisi sektor formal dan profesional.
“Pekerja migran kita harus naik kelas. Tidak hanya bekerja sebagai pembantu, tetapi juga mengisi berbagai profesi yang membutuhkan keterampilan khusus,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pihak terkait dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Selain sebagai pusat pengembangan kompetensi, Migrant Center ULM juga akan menjadi perpanjangan tangan Kementerian P2MI dalam memberikan informasi yang benar mengenai peluang kerja luar negeri yang aman dan sesuai prosedur.
Mukhtaruddin mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti jalur resmi saat ingin bekerja ke luar negeri guna menghindari berbagai risiko yang kerap dialami pekerja migran nonprosedural.
“Kalau bekerja sesuai prosedur, perlindungan negara dapat diberikan secara maksimal. Berbeda dengan yang berangkat secara ilegal, keberadaannya sering tidak terdata sehingga sulit dilindungi ketika terjadi masalah,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor ULM Prof. H. Ahmad Alim Bachri menyambut baik kehadiran Migrant Center yang menjadi yang pertama di Kalimantan tersebut. Menurutnya, pusat layanan ini akan menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan persiapan yang memadai sebelum bekerja di luar negeri.
“Kami akan mempercepat pengembangan Migrant Center agar menjadi tempat bagi masyarakat yang ingin berkarier secara global,” katanya.
ULM juga berkomitmen meningkatkan kompetensi dan keterampilan mahasiswa agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Sebelum peresmian, Menteri P2MI memberikan kuliah umum bertema “Migrasi Aman dan Peluang Kerja Luar Negeri” serta melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Lambung Mangkurat.


